Minggu, 20 Februari 2011

Kebijaksanaan

Khotbah 1 Januari 2011 oleh Bapak Gembala

"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana"

(Mazmur 90:12)

 Tuhan Yesus mengarjarkan kita untuk kita harus bijaksana terlebih lagi di akhir dari akhir zaman ini.
Mengapa Tuhan menginginkan kita untuk bijaksana? Karena ada tujuan yang diinginkan oleh Tuhan Yesus untuk kita mencapai tujuan tersebut. Tujuan kebijaksanaan itu adalah:Mazmur 90:10
"Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun,"
Tujuan yang pertama ialah agar kita menggunakan masa hidup kita yang singkat ini untuk mengasihi Tuhan.

Oleh sebab itu kita harus memiliki kebijaksaan ini, bagaimanakah caranya kita memperolehnya?
Cara untuk mendapatkan hati yang bijaksana adalah
                                                        Doa + Cinta Firman Tuhan
Mazmur 119:130
"Bila tersingkap, firman-firmanMu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh."

Mazmur 119:98-101
"Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.
Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.
Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.
Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu."

Hasil dari kebijaksaan
1. Samuel 18: 5
    Memperoleh keberhasilan
    Harkat derajat kita naik

2. Mazmur 1:1
    Berbahagia

Mengapa Bergereja?

Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku 
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan. 

Mazmur 122:1

Dapatkah kita menjadi orang kristen tanpa mengetahui apa arti gereja? jngn terkejut jika jawabanya, ya. biasa saja. itu mungkin terjadi seorang pelajar yang tak mau pergi sekolah. seperti seorang serdadu yang tidak mau bergabung dengan pasukan. Seorang warga negara yang tidak membayar pajak atau menggunakan hak pilihannya. seorang salesman yang tidak punya pelanggan. seorang peneliti yang tidak punya lembaga yang menaungi. Seorang pengusaha di sebuah pulau   tanpa penghuni. Seorang penulis tanpa pembaca. Seorang musikus tanpa penonton. Suami atau istri tanpa keluarga. Pemain bola tanpa tim. Ilmuwan yang tidak membagi hasil temuannya. Burung tanpa sarang.

Nah, bagaimana pendapat Anda tentang orang-orang diatas? Kita mungkin saja bisa menggantikan khotbah dengan membaca buku, bisa menggantikan pujian dan menyanyi sendiri, kita bisa berdoa sendiri, tapi tidak ada yang bisa menggantikan persekutuan secara langsung di gereja. Mengapa? Karena kita butuh orang lain untuk membangun diri kita. Kita butuh wadah yang dapat mengajarkan dan melatih diri kita menjadi tentara-tentara Allah. Bisakah kita bayangkan jika kita hanya menyendiri dan tidak bergaul dengan orang lain? Menjadi orang seperti apakah kita? Tentu kita akan menjadi pribadi yang tidak sehat, bukan?

Ibrani 10:25 pun jelas mengingatkan, "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." Ingatlah bahwa gereja tidak terdiri dari orang-orang yang lebih baik daripada yang lainnya, tapi gereja terdiri dari orang-orang yang ingin menjadi lebih baik daripada keadaan mereka yang sekarang. Jadi, meski ada kalanya mungkin kita tidak puas dengan kondisi gereja, tetap miliki komitmen pada sebuah gereja dan berusahalah untuk semakin dan saling membangun serta berbuah. 

By : Imelda


Rabu, 02 Februari 2011

Kegiatan Sebelum Melakukan Aktivitas di Pagi Hari

Hidup terang adalah hidup yang di sukai oleh Tuhan apa lg hidup dengan bersekutu dan berdoa kepadanya. 
Dimana kita dapat mendegar firman Tuhan berkata di dalam:
        Yakobus 5 : 16b -> Doa orang yang benar, bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya.

      Oleh sebab itu sebelum kita melakukan aktivitas kita di pagi hari kita harus berdoa dulu dan mengucapsyukur kepada Tuhan agar selalu kita di selamatkan dimanapun kita berada.   

Tuhan Menghadapkan Kepada Kita Kehidupan dan Kematian (Ulangan 30:19)

KEHIDUPAN ATAU KEMATIAN

Tuhan menasehati kita untuk kita memilih kehidupan. Semua manusia pasti memilih kehidupan daripada kematian. Tetapi untuk mendapatkan kehidupan itu kita harus punya usaha. Ada tiga hal yang harus kita kerjakan untuk mendapatkan kehidupan yang kekal itu yaitu:

Ulangan 30:16
  1. Mengasihi Tuhan
  2. Menuruti Firman Tuhan
  3. Berpegang pada Perintah Tuhan
Mengasihi Tuhan
        Cara Kita Mengasihi Tuhan :

Proses untuk bisa mengasihi Tuhan adalah hati kita harus disunat, dengan kata lain ada tanda penyunatan rohani (Ulangan 30:6).
Penyunatan artinya meninggalkan habitat kedagingan. (Yeremia 4:4).
Hati kita harus disunat karena hati ini licik, lebih licik dari segala sesuatu (Yeremia 17:9-10)

Contoh pelayan Tuhan yang meninggalkan Tuhan karena perkara dunia adalah Gehazi (2Raja-raja 5: 19-27).

Mendapatkan Tuhan (Amsal 8:24-25)
Caranya adalah tekun mencari Tuhan (Amsal 8:17)
Filipi 3:13-14
"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."

Amsal 8:4
"Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan."



Masalah Makanan
Daniel telah memilih pilihan yang benar dalam hal makanan.
Ayat-ayat pendukung:
Daniel 1:8
"Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya."
Amsal 23:20-21
"Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging.
Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping."
Amsal 23:31-32
"Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat,
tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak.

Menuruti Perintah Tuhan (Yohanes 14:15)
Kita tidak akan mampu menuruti Firman Tuhan atau Perintah Tuhan kalau kita tidak dipenuhi oleh Roh Kudus. Firman Tuhan berkata dalam Yohanes 14:16 "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,"Yohanes 14:26 "tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu." Dari ayat-ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa kita tidak dapat menuruti perintah Tuhan jika kita tidak dipenuhi Roh Kudus. dan
Ayat-ayat lainnya
2Kor 3:5, Filipi 4:13, Yohanes 6:63, Mazmur 118:17, Ayub 19:25

Berpegang Pada Perintah Tuhan
Ayat-ayatnya:
Yudas 4:17-23
1Petrus 4:7

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Eagle Belt Buckles